
Palangka Raya – Musyawarah Nasional (Munas) Perkumpulan Pemuda Dayak Pasukan Lawung Bahandang (PERPEDAYAK PLB) menjadi momentum konsolidasi nasional organisasi pemuda Dayak dalam merumuskan arah gerakan lima tahun ke depan. Kegiatan tersebut digelar di Aula Jayang Tingang Lantai I, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Selasa (16/12/2025).
Sebagai forum tertinggi organisasi, Munas diikuti oleh pengurus Dewan Pimpinan Pusat, Dewan Pimpinan Wilayah, dan Dewan Pimpinan Cabang dari berbagai daerah. Hadir pula unsur Forkopimda, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, Cipayung, serta perwakilan dunia usaha.
Munas PERPEDAYAK PLB difokuskan pada evaluasi kinerja organisasi sejak berdiri pada 2016, sekaligus penyusunan kebijakan strategis guna memperkuat posisi pemuda Dayak dalam pembangunan daerah dan nasional, baik di bidang sosial, ekonomi, politik, maupun birokrasi.
Ketua Umum DPP PERPEDAYAK PLB, Wawan Nopardo AS, S.Pd., M.Pd, menyampaikan bahwa organisasi harus beradaptasi dengan dinamika zaman melalui penguatan kualitas sumber daya manusia.
“Organisasi pemuda Dayak tidak boleh hanya berhenti pada simbol dan romantisme masa lalu. Kita harus meningkatkan kapasitas SDM agar mampu bersaing dan berperan aktif di berbagai sektor,” katanya.
Ia menegaskan, keberadaan PERPEDAYAK PLB harus memberi dampak nyata bagi masyarakat Dayak di seluruh wilayah.
“PERPEDAYAK harus hadir di setiap daerah dan mengisi ruang-ruang strategis, termasuk dunia politik dan birokrasi. Tujuannya agar masyarakat Dayak benar-benar menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri,” ujarnya.
Dalam rangkaian Munas tersebut, Surat Keputusan (SK) kepengurusan dibacakan oleh pendiri PERPEDAYAK PLB, Ivandre Oktabrianto, dan dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus oleh Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, S.I.Kom.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah yang mewakili Gubernur menekankan agar Munas tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menghasilkan rekomendasi konkret dan terukur.
“Harus ada peta jalan organisasi lima tahun ke depan. Fokus utama adalah peningkatan SDM dan kemandirian ekonomi. Pemuda Dayak perlu memiliki semangat kewirausahaan agar mampu bersaing,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya persatuan dan konsistensi gerakan organisasi dalam menghadapi tantangan global.
“Jangan sampai organisasi pemuda terjebak kepentingan sesaat. PERPEDAYAK harus solid dan menjadi contoh dalam menjaga persatuan,” tegasnya.
Munas ini diharapkan mampu memperkuat peran PERPEDAYAK PLB sebagai organisasi pemuda Dayak yang berkontribusi nyata dalam pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Dayak di berbagai daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Kalimantan Tengah, Plt Sekda Kalteng, Kepala Kesbangpol, unsur Forkopimda, DPW PERPEDAYAK PLB Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, DKI Jakarta, DPC se-Kalimantan Tengah, perwakilan ormas dan OKP, serta perwakilan perusahaan, antara lain Sinar Mas dan Citra Borneo Indah. //


Tidak ada komentar