Ketua Bidang Organisasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Makassar, Juari Bilolo. (Ist)Makassar — Ketua Bidang Organisasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Makassar, Juari Bilolo, mendorong mahasiswa Kristen untuk mengambil peran lebih aktif dalam pembangunan Kota Makassar dan Sulawesi Selatan. Ia menilai kontribusi generasi muda penting untuk memastikan pembangunan berjalan inklusif dan berkeadilan.

“Mahasiswa Kristen dipanggil untuk hadir sebagai agen perubahan. Kita tidak hanya mengamati persoalan, tetapi turut menghadirkan gagasan dan solusi yang konkret untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Juari, Selasa.
Menurut Juari, pembangunan daerah tidak akan optimal tanpa partisipasi masyarakat, termasuk mahasiswa. Ia menekankan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab iman, intelektual, dan sosial untuk terlibat dalam persoalan publik.
Juari mengaitkan peran tersebut dengan nilai keimanan Kristen. Ia mengutip Firman Tuhan dalam Yeremia 29:7, “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.”

Selain itu, Juari meminta Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membuka ruang dialog yang lebih luas bagi mahasiswa. Ia menilai, selama ini keterlibatan mahasiswa dalam proses pembangunan masih minim, sehingga banyak gagasan dan solusi dari generasi muda tidak terserap.
“Ajakan ini bukan kritik semata, tetapi dorongan bagi mahasiswa dan pemerintah untuk bekerja sama membangun daerah. Kritik dan gagasan mahasiswa harus dipandang sebagai energi positif untuk perbaikan,” ujarnya.
Juari menegaskan GMKI siap berperan sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah.
“GMKI hari ini hadir sebagai mitra pemerintah untuk berkolaborasi membangun Makassar dan Sulsel. Kami mengajak mahasiswa untuk aktif, kreatif, dan inovatif, demi terwujudnya pembangunan yang adil dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas,” kata dia.
Ia berharap pemerintah membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi generasi muda, sementara mahasiswa diharapkan hadir secara nyata dalam menjawab tantangan pembangunan daerah. //


Tidak ada komentar